Kutipan-kutipan bijak tentang cara hidup yang sesungguhnya!

Kutipan bijak tentang cara hidup yang sejati


1) “Musim panas India dalam kehidupan seharusnya sedikit cerah dan sedikit sedih, seperti musim itu sendiri, serta tak terbatas dalam kekayaan dan kedalaman nuansanya, namun tak pernah terburu-buru.”

-Henry Adams

Musim Panas India adalah periode cuaca yang hangat, kering, dan tenang di luar musim yang terjadi pada musim gugur. Mengatakan bahwa hidup harus sedikit cerah dan sedikit sedih, layaknya musim tersebut, berarti bahwa cuaca yang sangat cerah dan kebahagiaan yang luar biasa bisa membuat kita menganggapnya sebagai hal yang biasa dan tidak benar-benar bersyukur atasnya dalam jangka panjang. Kekayaan dan kedalaman nuansa, di sisi lain, harus seimbang karena itulah yang selalu kita butuhkan. Kekayaan dan kedalaman karakter tidak boleh terburu-buru, karena keduanya membutuhkan waktu untuk dibangun dan dicapai. Terburu-buru tidak akan membuatnya lebih baik, justru hanya akan memperburuk keadaan.


2) “Hidup lebih menghibur daripada yang kita kira.”

-Andrew Lang


Saat kita masih anak-anak, kita menganggap hidup jauh lebih menghibur, lucu, atau sesuatu yang membuat kita tersenyum atau tertawa. Kemudian, saat kita menjadi dewasa, kita melepaskan hal-hal kekanak-kanakan dengan beradaptasi pada fase kedewasaan. Namun, meskipun kita melepaskan hal-hal kekanak-kanakan itu, tak peduli usia kita, hati kita selalu berada di usia 20-an. Akan ada saatnya kita merasa seolah-olah telah melihat dan mengetahui segala hal tentang hidup, tetapi sifat alami kita akan membuat kita menyadari sebaliknya. Inilah mengapa hidup lebih menghibur daripada yang kita kira.


3) “Kesadaran Penuh (memberikan perhatian secara sengaja, pada saat ini, dan tanpa penilaian) adalah tentang cinta dan mencintai hidup. Ketika Anda menumbuhkan (mengembangkan) cinta ini, hal itu memberi Anda kejernihan (kualitas yang jelas, mudah dipahami) dan belas kasih (kesadaran mendalam akan penderitaan orang lain yang dipadukan dengan keinginan kuat untuk membantu meringankannya) terhadap hidup, dan tindakan Anda pun terjadi sesuai dengan hal tersebut.”

-Jon Kabat-Zinn


Kesadaran penuh didefinisikan sebagai memberikan perhatian secara sengaja, pada saat ini, dan tanpa penilaian. Menjadi sadar penuh berarti tidak terperangkap dalam masa lalu dan fokus pada tujuan kita di saat ini tanpa keluhan apa pun. Dengan begitu banyak hal yang harus dilakukan dalam hidup, memusatkan perhatian pada tujuan dan saat ini tanpa penilaian adalah hal yang memberi kita kejernihan dan belas kasih. Belas kasih terhadap kehidupanlah yang mendorong kita untuk merasakan kesadaran mendalam akan penderitaan orang lain yang dipadukan dengan keinginan kuat untuk membantu meringankannya. Oleh karena itu, tindakan kita pun sejalan dengan hal ini.


4) “Hidup terdiri dari marmer dan lumpur.”

-Nathaniel Hawthorne

Marmer melambangkan aspek-aspek mulia dan murni dari keberadaan, sedangkan lumpur melambangkan kekurangan dan kesulitan. Menjadi mulia menunjukkan karakter yang luhur, layaknya makhluk yang lebih tinggi daripada diri sendiri, sedangkan aspek-aspek murni dari keberadaan adalah keyakinan yang teguh akan alasan keberadaan kita di dunia ini. Hidup sepenuhnya bergantung pada apa yang kita pilih untuk dilangkah dan dipertahankan. Tidak ada kesuksesan dalam hidup sebelum kita mengalami kegagalan—artinya kegagalan pasti akan terjadi—tetapi jika kita bertahan cukup lama, kita mungkin akan meraih kesuksesan. Mengalami kegagalan dengan cara yang sama dua kali berarti kegagalan itu tidak nyata; artinya, jika kita mampu melakukannya, kegagalan tidak akan terjadi dengan cara yang sama dua kali. “Dua kali” hanyalah kiasan, sedangkan istilah yang tepat adalah “gagal berkali-kali tanpa ada perbaikan.”



5) “Seluruh rahasia hidup adalah tertarik pada satu hal secara mendalam dan pada seribu hal dengan baik.”

-Horace Walpole


Saat kita masih muda, orang tua kita mendidik kita untuk mempelajari banyak hal yang akan membangun masa depan yang cerah dalam jangka panjang. Namun, mempelajari terlalu banyak hal bisa menjadi kelemahan, karena jika kita mempelajari terlalu banyak hal, kita tidak bisa menjadi ahli di bidang tertentu. Jika kita mempelajari sejumlah hal sambil memfokuskan perhatian utama kita pada satu bidang, maka akan ada keterkaitan di antara semuanya. Inilah cara kita bisa menguasai seribu hal sekaligus tetap tertarik pada satu hal secara mendalam. Sebagai orang tua, tugas kita adalah menyeimbangkan hal-hal ini demi masa depan anak kita.